Pengajian Dalam memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Pagi itu, Sabtu, 18 Januari 2026, udara segar kota Solo menyelimuti kompleks SMK Al-Islam Surakarta. Ratusan siswa berseragam rapi Baju Pramuka tampak memenuhi Masjis Nurminah sekolah dengan penuh antusias. Mereka berkumpul untuk merayakan peringatan Isro’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sebuah agenda spiritual yang telah dinanti-nantikan.

Acara inti diisi oleh  Ustadz Kukuh Nugroho, M.Pd., seorang pendidik kharismatik dari MA Al-Islam Jamsaren Surakarta, berdiri di depan siswa-siswi. Dengan gaya penyampaian yang energik dan akrab di telinga remaja.

Dalam kajiannya, Ustadz Kukuh Nugroho menekankan bahwa Isro’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol “pendakian” kualitas diri bagi seorang penuntut ilmu. Beliau memberikan motivasi melalui tiga hikmah utama yang sangat relevan bagi siswa SMK:

  1. Keteguhan di Tengah Ujian: Ustadz Kukuh mengingatkan bahwa peristiwa Isro’ Mi’raj terjadi di masa sulit Nabi (Amul Huzni). Beliau memotivasi siswa agar tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan belajar atau praktik kerja lapangan. “Kesulitan adalah gerbang menuju kemuliaan, sebagaimana Nabi diangkat ke Sidratul Muntaha setelah melewati masa-masa berat,” pesan beliau.
  2. Salat sebagai Manajer Waktu: Beliau mengulas perintah salat lima waktu sebagai oleh-oleh utama Isro’ Mi’raj. Di depan para siswa, beliau menekankan bahwa salat adalah latihan kedisiplinan tertinggi. Jika siswa SMK Al-Islam mampu disiplin dalam salat, maka mereka akan otomatis disiplin dalam pekerjaan dan tanggung jawab profesional di masa depan.
  3. Integritas dan Kejujuran: Ustadz Kukuh menceritakan bagaimana Nabi menyampaikan kebenaran Isro’ Mi’raj meskipun banyak yang tidak percaya. Beliau memotivasi siswa untuk berani jujur dan memiliki integritas tinggi, karakter utama yang paling dicari oleh dunia industri saat ini.

Suasana semakin hangat ketika Ustadz Kukuh menyelipkan beberapa candaan khas santri dan interaksi langsung dengan siswa. Beliau berpesan agar lulusan SMK Al-Islam tidak hanya mahir secara teknis (hard skill), tetapi juga memiliki kerohanian yang kuat (spiritual quotient).

Kajian ditutup dengan doa bersama yang sangat menyentuh hati. Banyak siswa yang tertunduk khusyuk, meresapi setiap kalimat motivasi yang disampaikan. Peringatan Isro’ Mi’raj di SMK Al-Islam Surakarta tahun 2026 ini pun berakhir dengan semangat baru; para siswa pulang membawa tekad untuk menjadikan salat dan akhlak mulia sebagai fondasi kesuksesan mereka di dunia kerja dan akhirat.