UPACARA BENDERA 17 JANUARI 2024

0

          Banyak hal dapat dilakukan untuk memupuk persatuan-kesatuan, kekompakan entitas sebuah lembaga atau instansi apapun itu. mulai dari acara senang senang, acara gathering ataupun jenis acara yang lain. Salah satu acara yang bisa digelar sejalan dengan tujuan itu ialah melaksanakan upacara bendera. Dan pagi ini, Rabu tanggal 17 Januari 2024, SMK “Al-Islam” Surakarta melaksanakan upacara bendera dimana kegiatan ini rutin diadakan di tanggal itu setiap bulannya. Sebagai petugas pada upacara pagi ini adalah dari kelas XII TKJ 1.

          Upacara dimulai pukul 07.00 diawali dari protokol upacara membacakan urutan tata cara upacara. Pertama ialah pasukan disiapkan oleh komandan peleton masing masing. Sebagai petugas peleton ialah Nova Rizki, Abdulloh Rozak, dan Studyansyah Hermawan. Selesai pasukan siap, pemimpin upacara yakni Serse Cosmi masuk mengambil alih pasukan agar khidmat mengikuti rangkaiannya.

          Bertindak selaku pembina upacara pada kesempatan ini ialah Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Ibu Winda Sririyanti, S.Pd. dalam amanatnya Bu Winda berpesan kepada seluruh peserta upacara agar selalu mengingat ingat pesan baginda nabi yang diberikannya kepada sahabat muadz bin jabbal menjelang keberangkatannya untuk syiar dan dakwah islam ke negeri yaman. Diantara pesan nabi kepada sahabat mu’adz adalah :

  1. Beribadahlah seakan akan Allah melihat kita secara langsung
  2. Selalu mengingat kematian
  3. Menjaga lisan

Disebutkan ketiga itu karena pada poin-poin tersebut biasanya adalah hal hal yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia saking kecilnya-seolah olah remeh-perkara tersebut. Bagaimana tidak dilupakan, mengingat umat islam ketika beribadah seolah olah kita menghadap Rab yang tidak nampak indera. Jika tidak dilandasi dengan iman dan ketaqwaan maka seakan ibadah yang dilakukan sia sia saja. Namun nabi berpesan untuk kita tidak berperilaku seperti itu, dan bahkan beliau mengatakan “seakan akan Allah melihat” kita untuk menegaskan bahwa sejatinya Allah maha tahu apa yang kita kerjakan.

Selalu mengingat kematian akan menjadi rem yang mujarab bagi manusia ketika hendak melakukan satu perbuatan dhalim/maksiat. Karena mati tidak mengenal usia, tempat dan waktu. Bayi bisa mati, muda bisa mati dan tua juga pasti mati. Dan yang terakhir adalah untuk senantiasa menjaga lisan. Orang islam yang baik adalah yang lisannya tidak menimbulkan kerusakan dimanapun dia berada. Menutup amanatnya Bu Winda berpesan marilah kita berkaca dan mengambil pelajaran dari kisah sahabat Mu’adz untuk bisa mengambil pesan dan nilai nilai dari baginda nabi Muhammad SAW. Tepat pukul 07.25 Upacara diakhiri dengan berdo’a oleh Ariandika Nur Asyifa.  Dan tidak lupa apresiasi yang tinggi untuk para petugas upacara pagi ini karena sudah mempersembahkan prosesi yang bagus.

Congratulations kid!!

Team media SMK “Al-Islam” Surakarta

17 Januari 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *